smiley face wajah yang selalu tersenyum
ada juga istiah Anggry face: wajah orang yang hobinya menabung kemarahan.
mau tahu kelanjutanya..bersambung dulu ya!
Senin, 27 Juli 2009
Smiley..
the Blind family
pertama, bagaimana pasangan buta itu berjihad membiayai pengobatan
si sulung yang setahuku 20 an juta itu?
kedua..bagaimana mereka merawatsi sulung yang tentu "sangat merepotkan"
itu?..
selidik punya selidik, sampailah aku mendengar penjelasannya.
langsung dari mereka. ternyata...seluruh biaya pengobatan si sulung di jamin
oleh sebuah rumah sakit kristen di semarang.
lho...memangnya kenapa, apa tho agama meka?mereka Islam,
tapi itu DULU! Selanjutnya...
Rabu, 01 Juli 2009
Sukses!
jangan berhenti sahabatku...
teruslah melangkah...
jadikan ilmu sebagai pegangan...
berdoalah terus...
bersabarlah....
nikmatilah proses yang dilalui...
saat proses yang dilalui terasa sangat nikmat
bersyukurlah....
Rabu, 06 Mei 2009
lelah....tapi kurasakan nikmat
sudah lama tak membuka blog ku yang hijau ini, tetap segar dimata..
saat ku lelah dan rasanya ingin berhenti melangkah, tnpa sadar kadang kaki ku satu langkah maju kedepan, dan tanpa kusadari akhirnya sesuatu yang akan ku tuju terlihat semakin dekat, dan membuatku bersemangat kembali ingin melangkah bahkan berlari untuk sampai ke tujuan
siapa yang membuatku melangkah walau setapak demi setapak dan itu semua membuat ku tak sadar?
jazakumullah Khairan Katsiran...aku cinta kalian karena ALLAH.
Minggu, 29 Maret 2009
Sekuntum Melati
Kini, melati itu tak selayak hutruf alif, putihnya hanya serupa lampu kamar mandi, daunnya hanya tersisa satu itupun hijau kelabu seumpama direbus sepanaas-panasnya. Melati itu hancur. Beginilah barangkali perumpamaan hati yang hancur.
Hati yang hancur adalah melati yang hancur. Melati yang hancur tak lagi merasakan hangatnya senyum mentari, sejuknya embun, kupu-kupu yang cantik dan gemar menggelitik tak lagi membuatnya geli. Hati yang hancur tak lagi merasakan hangatnya sinar hidayah, tak lagi tergelitik oleh kesempurnaan akhirat.
Tetapi melati yang hancur bukanlah melati yang mati, hati yang hancur bukanlah hati yang mati. Lihatlah asalkan akar masih didasar sana, tunggu saja bilamana setitik rinai hujan menyentuhnya, ia akan tumbuh pelan-pelan bahkan lebih wangi.
Akar bagi sekuntum hati adalah fitrah. Fitrah adalah rumah yang disana bersemayam nurani. Selama fitrah itu ada maka nafas masih ada rinai hidayah menyentuhnya walau setitik sahaja, ia akan tumbuh menjadi sekuntum hati yang bertambah hari-bertambah kuat dan wangi.
Lalu kapan setitik rinai hidayah itu tiba?
Jawabnya adalah: “Berdoalah: ya..muqolibal qulub tsabit qalbi ‘indallah…”Amin..amin…
Rabu, 11 Maret 2009
Global!
dan merespon masa depan”,
Love YOU..
Sahabat…
Peluklah orang tuamu dan bisikkan ditelinganya "aku cinta kamu karena Allah ibu..ayah.."
Untukmu ayah dan ibu semoga Allah menyayangmu seperti kau menyayangiku saat kecil dulu
Selanjutnya...
Selasa, 10 Maret 2009
akal...agama...
Para sarjana muslim merumuskan ada dua sumber pengetahuan dalam epistemologi yaitu konsep tauhid (wahyu dan akal). Dalam segi sumber pengetahuan dari sisi subyek atau implementasinya para sarjana mencoba menggabungkan ilmu-ilmu alam yang bersumber pada akal dan ilmu agama yang bersumber pada wahyu dalam satu kesatuan ilmu pengetahuan, karena ilmu-ilmu alam tidak lepas dari nilai-nilai agama (tauhid). Seperti pemikiran-pemikran yang dikembangkan oleh dua tokoh ilmuwan yaitu Ismail Al-Faruqi tentang Islamisasi ilmu dan Naqib Al ‘Atas tentang integrasai Ilmu, yaitu bahwa ilmu-ilmu umum secara epistemologis tidak bisa dipisahkan dari ilmu-ilmu agama karena ilmu-ilmu umum merupakan implementasi dari nilai-nilai ketauhidan, oleh karena itu harus ada proses penggabungan antara ilmu umum dan ilmu-ilmu agama dalam satu konsep pendidikan non-dikotomik. Minggu, 01 Maret 2009
Sst......
Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS.50:18)
Jika kamu berbicara, jangan banyak-banyak
Namun anda menyesal berkali-kali karena bicara.
Pemuda mati karena kesalahan lidahnya
Namun orang mati tidak mati karena kaki terpeleset.
Jangan ucapkan apa yang tak kau suka
Terkadang lidah mengatakan sesuatu, lalu terjadi.
Yang lebih layak di tahan daripada lidah
Kuncilah lidahmu dengan kuat.
Jangan sampai mengatakan yang tak berguna
Banyak ucapan di ucapkan dengan gurauan
Namun meluncurkan panah yang menyebabkan maut
Diam lebih baik daripada ucapan gurauan
Maka diamlah, maka selamat, dan jika berkata, maka jujurlah
Jika benci orang, maka biasa saja
Karena kamu tak tahu, kapan kamu benci
Kepada kekasihmu atau suka orang yang kamu benci
Maka gunakanlah akal sehatmu.
Bersambung.. Selanjutnya...
Kamis, 12 Februari 2009
Akupun tak sekuat dirimu.
Mu’adz bin Jabal adalah salah satu dari sahabat terkemuka Nabi Muhammad saw, yang memeluk Islam pada usia 18 th. Ketika nabi saw. Mengutusnya menyebarkan Islam ke Yaman, salah seorang anak Mu’adz meninggal, dan nabi berkirim surat padanya, mennyampaikan bela sungkawa dan membesarkan hatinya.
“ Asslamu’alaikum. Segala puji hanya bagi Allah swt..semoga Allah swt menambahkan rezeki-Nya untuk Anda, dan memberikan kesabaran serta meneguhkan Anda untuk selalu bersyukur pada Nya.
Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa hidup kita; keluarga, handai taulan kita,; dan harta kekayaan kita adalah semata-mata amanah dari Allah swt bagi kita, supaya kita-para hambaNya-dapat memanfaatkannya di jalan yang baik dan benar karena kelak kalau sudah tiba waktunya, Dia akan mengambil kembali.
Kewajiban manusia hanyalah bersyukur pada Allah swt..,saat dia memperoleh rezeki tersebut, dan bersabar kala rezeki tersebut kembali diambil kembali Allah swt.
Anak anda adalah milik Allah swt..Dia mengamanahkan kepada milikNya tersebut pada Anda dan ketika Dia mengambil kembali milikNya tersebut, maka tiada seorangpun yang mampu mencegahNya. Teguhkan hatimu dan bersabarlah atas kehendak dan keputusan yang Allah swt berikan padamu.
Wahai Mu’adz, jika Anda tidak sabar maka Anda akan kehilangan pahala dan balasan yang lebih baik yang Allah swt persiapkan untukmu. Cobalah hitung, selama ini sudah berapa banyak nikmat dan rezeki yang telah dianugerahkan pada Anda. Tetapi apakah hanya karena Anda kehilangan anak Anda membuat semua yang telah Allah swt berikan pada Anda menjadi tidak bermakna dan membuat Anda lupa.
Allah swt berjanji memberikan balasan yang lebih baik di akhirat kelak bagi mereka yang bersabar kala mendapatkan ujian dan cobaan hidup di dunia. Semoga janji Allah swt tersebut mampu mengurangi rasa sedihmu. Apa yang telah Dia putuskan pasti terjadi.
Wassalamu’alikum.
Minggu, 08 Februari 2009
Satu Tetes Embun..
Rasulullah saw. Meludah satu kali pada telapak tangannya lalu meletakkan telunjuk diatasnya dan bersabda. Allah swt berfirman “ Wahai anak Adam, kamu mengaggap lemah padahal aku telah menciptakanmu dari sesuatu yang seperti ini?.
Setelah kusempurnakan penciptaan dan susunan tubuhmu, kamu berjalan di bumi dengan sombong, padahal bumi sebagai kuburan bagimu?. Kamu mengumpulkan harta dan menahannya (bakhil), hingga bila ruh sampai di tenggorokan, kamu berkata “ saya akan bershadaqah”, padahal mana mungkin ada waktu untuk shadaqah?.
RUMUS ILMIAH
Mau tau..perhatikan,rumus di atas juga termasuk salah satu jalur yang ideal dalam menemukan keimanan.
ketika melihat sesuatu yang mengherankan atau menarik perhatian, seseorang yang berfikiran sehat tentu akan mengamati , merenung dan memikirkan tentang hal yang mengusik kalbunya itu. Atau ia juga akan melakukan percobaan terhadap apa yang disaksikan itu, sehingga ia akan menemukan hakekat yang semula tidak ketahuinya. Ketika ia melihat api yang didekatkan pada es menjadi cair, maka hatinya akan bertanya-tanya; mengapa dan apa sebabnya. Lalu dia akan membuat bermacam percobaan, yang akan mampu memjawab semua pertanyaan dalam benaknya.
Begitu pula ketika dia melihat angin berhembus dari arah tertentu, lalu ia melihat awan yang bergerak, orang yang berfikiran sehat dan selalu ingin belajar, akan selalu mencari apa penyebabnya. Kemudian setelah dia renungi dan perhatikan, maka akalnya membuat kesimpulan, bahwa hembusan angin itulah yang telah mengerakkan awan itu. Ia pun puas dengan hakekat yang ditemukan oleh kesimpulan akalnya.
Pada kesempatan lain ia melihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi di atas sebuah jalan aspal. Ketika jalan menikung, Ia melihat laju mobil itu berkurang, dan kembali berjalan cepat ketika jalanan lurus. Ia juga melihat mobil itu menyalakan lampu ketika hari gelap, sehingga jalan yang dilaluluinya terlihat jelas. Dengan mengamati dan memperhatikan mobil itu secara sepintas, akalnya menyatakan bahwa mesin mobil itu masih baik, tidak terlihat adanya kerusakan, meskipun ia tidak memeriksa alat-alat dan mesin mobil tersebut. Ia juga menyimpulkan bahwa alat penerangan mobil itu masih baik, meskipun ia tidak memeriksa dan melihat mesin mesin dari dekat.
Ia juga menyimpulkan bahwa sopir mobil itu tentulah seorang yang berpikiran sahat, karena ia mengemudikan kendaraannya dengan baik dan hati-hati. Tentulah ia seorang pengemudi yang sudah terlatih, terlihat dari caranyamengemudikan mobil itu.
Kita juga melihat daun dan dahan pohon berayun kesana-kemari, sementara pohonan yang tua dan daun-daunnya yang kering berguguran jatuh.
Akhirnya akal kita menyimpulkan, bahwa anginlah yang telah menggerakkan pohon dan dahan-dahan itu, daun serta buahnya jatuh ke bawah, karena daya tarik bumi, meskipun kita tidak melihat dengan mata telanjang kekuatan angin yang menggerakkan pohon dan daya tarik bumi yang menarik buah itu jatuh ke bawah.
Begitulah apabila kita menyaksikan suatu yang akan menghantarkan kita menemukan hakekat. Melalui pengamatan dan pemikiran, atau melaui percobaan-percobaan, tentunya dibarengi dengan akal yang sehat , kita pasti akan menemukan hakekat yang kita cari. Cara seperti ini seringkali dinamakan cara ilmiah, dan hukum yang menentukannya disebut hukum pengetahuan ilmiah. Selanjutnya...

.jpg)